Ass.wr.wb »»   Service - Spare Part - Modifikasi »»» RIZQUNA SERVICE ELEKTRONIK : Jln. Soekarno - Hatta, Jalur 2 Trans, Puncak Indah, Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Indonesia »»» Anda dapat menghubungi ke hp. 085 255 994 779
Umum | Rizquna Elektronik
Showing posts with label Umum. Show all posts
Showing posts with label Umum. Show all posts

Cara Mudah Tes Remot TV pake Hp

Remot Anda Bermasalah???? Jangan di buang dulu ke sungai ya!!!! Pada dasarnya semua remot control sistem kerjanya sama, OK kali ini saya posting untuk remot TV aja dan mewakili remot-remot yang lain, langsung saja ke TKP.

Cara mudah medeteksi remot tv yang tidak berfungsi. Mungkin bagi teknisi itu hal biasa, tapi ada cara mudah untuk mendeteksi kerusakan remot menggunakan kamera Hp dan itu bisa di lakukan oleh siapa saja walaupun bukan ahli elektronik.

Caranya mudah dan sederhana saja :
  1. Aktifkan camera hp Anda dan arahkan pada lampu remot ( infra red ).
  2. Lalu Anda tindis tombol pada remot, jika terlihat menyala berkedip berarti remot Anda OK. Jika tidak menyala lakukan langkah selanjutnya.
  3. Cek battray remotnya siapa tau sudah waktunya di ganti.
  4. Jika Anda menggunakan remot Multi ( remot yang bisa untuk semua tv ), saat Anda tes pake kamera bisa menyala tapi tetap tidak berfungsi, mungkin datanya telah berubah, solusinya Anda masukkan kembali Codenya, biasanya petunjuknya ada di panduan penggunaan remotnya.
Untuk lebih jelasnya, saya sertakan gambar berikut :

dilihat melalui camera hp
Jika Anda tindis tombol remot tidak menyala Lampu remotnya, berarti remot Tidak OK, cek battray. " cara melihat nyala/tidak lampu remot  menggunakan Camera Hp, karena kalau dengan mata telanjang tidak bisa terlihat"

dilihat melalui camera hp
Jika Anda tindis tombol remot Lampu remotnya menyala berarti remot OK, jika menggunakan remot Multi, maka set kembali codenya.

Ingat " melihat nyala lampu harus pake camera hp ataupun kamera digital "
NB : Jika langkah di atas sudah di lakukan, dan lampu remot terlihat menyala normal,Tapi saat di tes di TV remot anda tetap tidak berfunsi, berarti TV anda yang bermasalah. Selanjutnya Anda bawa saja ke tukang service elektronik. Atau bawa saja ke Rizquna Service Elektronik Insyaallah kami siap membantu Anda.

>>>> Semoga Bermanfaat <<<<

Category:

Jarak Aman Menonton TV

Nah, untuk mengulas tentang kesehatan mata ketika menonton televisi, berikut kami sajikan informasi jarak aman yang ideal menonton TV yang di lansir dari Canada Association of Optometrists ( CAO ) dari artikel tentang kesehatan mata pada perangkat elektronik.

Pada jaman TV tabung para pakar kesehatan sering menyarankan bahwa untuk menikmati acara-acara TV, kita harus berada di jarak minimal 5 kali ukuran diagonal TV yang kita tonton, dengan kata lain jika kita menonton TV 40 inch, jarak aman ideal untuk menontonnya adalah 5 X 40 inch atau sekitar 5 meter. Tentu dengan asumsi tersebut, ruangan mana di rumah kita yang ideal untuk syarat tersebut. Dan memang efek TV tabung jauh lebih besar bila di bandingakan dengan TV layar datar jenis LD,LED, maupun PLASMA tv.

Setidaknya ada beberapa hal rekomendasi dari CAO yang dapat anda lakukan untuk meminimalisir efek pencahayaan TV jenis apapun yaitu :
  • Jarak yang tepat Untuk Duduk Dari TV Usahakan tetap berada pada jarak yang aman Seperti halnya saran dari para ahli kesehatan, jarak aman ideal menonton TV minimal adalah 5 x diagonal TV. Jika perlu, usahakan lebih dari jarak tersebut. Satu baris pemikiran adalah bahwa seseorang dapat duduk lebih dekat ke HDTV karena mata kita melihat layar lebar berbeda daripada saat melihat TV analog lama. Satu lagi adalah bahwa tidak ada yang berubah. Anda tidak harus duduk dengan hidung Anda menyentuh layar. Jadi, seberapa jauh Anda harus duduk dari TV? The CAO merekomendasikan bahwa seseorang menonton TV dari jarak lima kali lebar layar TV.
Berikut kami langsirkan tabel diagram dari CAO 

Posisi jarak aman jangkauan pandang melihat layar tv
ukuran tv dalam inchi
ukuran posisi dalam per feet
ukuran posisi dalam per centimeter / meter
26 "
3,25-5,5 feet
96 cm - 158 cm / 1,5 meter
32 "
4,0-6,66 feet
122 cm / 1,2 meter - 197 cm / 2 meter
37 "
4,63-7,71 feet
127 cm / 1,3 meter - 215 cm / 2,1 meter
40 "
5,0-8,33 feet
152 cm / 1,5 meter - 250 cm / 2,5 meter
46 "
5,75-9,5 feet
170 cm / 1,7 meter - 286 cm / 2,9 meter
52 "
6,5-10,8 feet
194 cm / 1,9 meter - 324 cm / 3,2 meter
58 "
7,25-12 feet
218 cm / 2,2 meter - 366 cm / 3,7 meter
65 "
8,13-13,5 feet

70 "
8,75-14,75 feet

Catatan: Tabel ini hanya digunakan untuk menentukan ukuran layar untuk posisi yang ideal.
 
  • Seringlah berkedip dan tidak terlalu terpaku pada layar Berkedip agar menjaga mata tetap bersih dan terlindungi dari kekeringan serta iritasi. Mata yang terlalu lama tidak berkedip akan membuat kelopak kering dan tidak baik bagi mata itu sendiri. 
  • Pencahayaan yang tepat Untuk Menonton TVNyalakan lampu ruangan Agar pupil mata tidak terlalu keras bekerja, menyalakan lampu ruangan sebagai penyeimbang cahaya yang keluar dari TV sangat disarankan. Ketegangan mata dan kelelahan bisa menjadi masalah karena itu berarti mata Anda lelah, yang diterjemahkan menjadi pandangan kabur. Obatnya adalah untuk mengistirahatkan mata Anda dan kembali dalam keaadan normal.
  • Pada jangka panjang, pemaksaan mata untuk fokus pada satu cahaya memusat ini akan berakibat penglihatan terganggu. Sesuaikan posisi menonton Usahakan menonton dengan posisi duduk, dan tidak dalam posisi tiduran sehingga fokus mata dapat terjaga. 
  • Ketidakfokusan mata dalam menonton akan berakibat buruk bagi daya penglihatan itu sendiri. Pencahayaan di ruang harus selaras karena efek cahaya dari TV sangat tajam. Beberapa orang seperti ruang yang terang, yang lain suka gelap. CAO menyarankan menonton TV di ruangan yang memiliki kondisi cahaya yang kuat.
  • CAO juga merekomendasikan bahwa seseorang tidak harus menonton TV dengan kacamata. Menonton TV memang sangat mengasyikan jika acara-acara yang ditayangkan sesuai dengan film favorit dan ketertarikan anda. Akan tetapi, jangan terlalu asyik memaksakan mata untuk menonton hingga berjam-jam. rekomendasi melihat jarak CAO untuk tes, yang diukur keluar untuk menonton 42 "HDTV dari 9 ' feet jarak dalam ukuran feet 9' memang membuat jarak agak jauh. mungkin bisa di rekomendasikan dengan jarak minimal 6,5-8,5 ' feet jarak pada 42" HDTV.
Jadi, saran dari CAO adalah dengan menggunakan sedikit akal sehat dan menjauh dari TV jika mata Anda mulai menyakiti. Nonton TV dari jarak mana Anda dapat nyaman membaca teks pada layar tanpa menyipitkan mata.
  • Jika Anda menonton TV dan mata Anda mulai merasa lelah kemudian memindahkan mata Anda dari TV. Cobalah untuk fokus mereka pada sesuatu yang jauh untuk waktu yang singkat. Contoh dari peneletiannya membuat suatu rumusan  dari tindakan ini adalah aturan 20-20-20. Aturan 20-20-20 sebenarnya ditujukan untuk melihat komputer, tetapi itu benar-benar dapat diterapkan untuk setiap situasi di mana ketegangan mata adalah masalah, seperti menonton TV. Menurut CAO, "setiap 20 menit istirahat 20 detik dan fokus mata Anda pada sesuatu setidaknya 20 meter jauhnya." 
  • Batasi sesuai kebutuhan masing-masing. Itulah beberapa hal yang dapat anda lakukan ketika menikmati acara-acara TV, salah satunya dengan memperhatikan jarak aman ideal menonton TV bagi keluarga. Seiring popularitas TV-TV layar datar yang berukuran raksasa yang semakin berkembang, memanfaatkan ukuran TV yang sesuai dengan ruangan rumah tentu menjadi wujud perhatian akan pentingnya kesehatan. Semoga bermanfaat.
Dikutip dari artikel alliafurniture.com 
Category:

Jadwal Imsakiyah Ramadhan

Puasa mengambil jarak dengan dunia, agar manusia tidak jadi budaknya, karena dunia adalah permainan.
Bermegah-megah dengan bangunan, berbangga-bangga dengan kekayaan, semua itu dapat melalaikan.

Padahal manusia hanyalah pengembara, saat mati hartanya tak akan dibawa, hanya amal-saleh yang ikut serta.
Yang ada disisi manusia akan sirna, Yang ada di sisi Allah abadi selamanya.

Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa satu tahun telah terlewatkan, aku adalah insan biasa yang tak luput dari khilaf dan salah, untuk menyambut bulan yang penuh mubarakah ini mari kita saling memaafkan lahir dan bathin, amieen

 Kami Keluarga besar RIZQUNA SERVICE ELEKTRONIK Mengucapkan :
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 

 

Merubah File PDF ke MS WORD

Beberapa hari yang lalu ada teman saya yang menanyakan tentang Cara Merubah File PDF ke MS Word, Saya pun bingung harus menjawab apa, saya bertanya juga kepada mbah google, Secara mbah google gtu loch,, ckckckckckck,,,,

Merubah File PDF ke MS Word

     Akhirnya ketemu juga dengan software yang bernama Wondershare PDF to Word Converter Free. Utility desktop yang paling akurat untuk mengkonversi PDF ke Word gratis. Wondershare PDF to Word Converter Free merupakan software yang berfungsi mengkonversikan file PDF ke MS Word dengan sangat mudah dan praktis , Software ini sangat bermanfaat bagi anda yang sedang mendapatkan tugas dari sekolah maupun tempat kuliah, kini untuk urusan konversi File PDF ke MS word kita tidak perlu lagi mencari - cari serial number seperti sebelumnya, karena Software ini freeware, Selain itu kemampuan software ini selain konversi yang relatif cepat, ukuran file MS Word pun relatif kecil sebanding dengan ukuran file PDF nya.

Mengapa memilih Wondershare PDF to Word Converter Free?
Wondershare PDF to Word Converter Free adalah utility yang benar-benar paling akurat untuk mengkonversi PDF ke Word  untuk membantu Anda mengkonversikan file PDF ke dokumen Word. yang mempertahankan semua isi serta layout dan format, sehingga Anda dapat dengan mudah mengedit atau menggunakan kembali isi PDF di Word bahkan tanpa pemformatan ulang atau mengetik ulang, yang benar-benar dapat menghemat waktu berharga Anda.


Merubah File PDF ke MS Word
Utility desktop yang paling akurat untuk mengkonversi PDF ke Word dengan gratis
  • Bebas untuk mengkonversi file PDF ke dokumen Word
  • Extract semua isi asli serta layout dan format dari PDF ke Word.
  • Mampu mengkonversi file PDF dienkripsi.
  • Support batch yang mengkonversi 200 file PDF ke dokumen Word pada satu waktu.
  • Mengkonversi file 100-halaman PDF dalam waktu 1 menit.

Merubah File PDF ke MS Word
Konversi PDF ke Word Secara Bebas
  • Gratis untuk mengkonversi file PDF ke dokumen Word, dengan semua teks asli, gambar, grafik, hyperlink, tata letak dan format persis yang disimpan.
  • Hasil Output Dokumen Word disimpan dekat file PDF yang sedang di edit, membuat PDF editing menjadi lebih mudah.
  • Support exporting Microsoft Office Word 2003/2007/2010. 

Merubah File PDF ke MS Word
Mengkonversi File PDF Terenkripsi
  • Support mengkonversi file PDF Terenkripsi yang dilindungi dari mencetak, mengedit, dan menyalin.
  • Untuk file PDF yang dilindungi oleh password dari pembukaan, Anda perlu mengetikkan password di kotak dialog pop-up, dan kemudian PDF ke Doc Converter dapat melakukan pekerjaan konversi untuk Anda.

Merubah File PDF ke MS Word
Batch, parsial dan Mode Shortcut Konversi
  • Batch konversi - Mengkonversi sampai 200 file PDF pada satu waktu.
  • Parsial konversi - Pilih salah satu halaman atau ranges halaman dari multi-halaman file PDF untuk di konversi.
  • Shortcut konversi - Klik kanan pada file PDF dan mengubahnya ke dalam dokumen Word tanpa meluncurkan program.

Sumber Artikel arif poetra yunar.blog 

Rangkaian Pengusir Tikus Elektronik

Daftar  komponen Rangkaian Pengusir Tikus  elektronika:

R1        …  1K
R2,R3   … 15K
C1         … 1nF
C2         … 1uF/16V
C3         … 10nF
C4         … 220nF
C5         … 1000uF/16V
D1..D4   … 1N 4001
IC1        … 555
Tr1       … Trafo 6V/200mA
TD1     … speaker tweeter bentuk corong
F1         … Fuse/sekring 50 mA

Rangkaian Pengusir Tikus Elektronik adalah sebuah oscilator yang mengeluarkan gelombang ultrasonic pada kisaran frekuensi 20 – 40 KHz. Gelombang ultrasonic yang dihasilkannya tidak akan terdengar di telinga kita tapi akan sangat mengganggu sekali bagi telinga tikus.

Untuk menghindari tikus menjadi kebal terhadap Rangkaian Pengusir Tikus Elektronik, maka Base Frequency dimodulir dengan signal 50 Hz yang didapat dari frekuensi tegangan jala-jala PLN melalui kapasitor C4  sehingga akan dihasilkan ayunan frekuensi antara 20 – 40 KHz secara periodik. Efek yang dialami tikus akan terasa sangat dasyat, seolah-olah seperti kita berada pada sebuah konser music amburadul dengan irama yang acak-acakan dan tidak bisa dinikmati sama sekali, plus sa’at itu kita lagi sakit gigi!! Bisa dibayangkan, music trust-metal mungkin masih jauh lebih indah dibanding suara alat ini
Jantung rangkaian pengusir tikus elektronik adalah sebuah IC tipe 555. Gunakan loudspeaker dari piezo electric atau speaker tweeter bentuk corong agar frekuensi ultrasonic-nya lebih nendang dan efektif. Pengusir tikus elektronik ini efektif untuk ruangan seluas maksimal 200 m2 asal penempatannya tepat.

Bisa diletakkan di pojok atas ruangan agar frekuensi noise-nya bisa menyebar ke seluruh ruangan tanpa halangan. Nyalakan secara terus menerus untuk menjaga agar tikus tidak datang lagi, tidak usah khawatir dengan konsumsi listriknya karena daya listrik yang dibutuhkan cukup rendah, masih lebih besar lampu bohlam 5 watt/220 volt.

Sumber http://elektronikadasar.com

Rangkaian Pengusir Nyamuk

Cara kerja Rangkaian Pengusir Nyamuk :
Menurut penelitian, Biasanya yang sering mengigit itu adalah nyamuk betina sedangkan nyamuk betina tidak senang kalau didekati oleh nyamuk jantan jika tidak pada saat musim kawin.
Rangkaian Pengusir Nyamuk ini menghasilkan frekuensi tinggi suaranya menyerupai suara nyamuk jantan. Oleh karena itu nyamuk betina akan pergi.

Daftar Komponen Rangkaian Pengusir Nyamuk :
R1 = 10K
R2 = 680 ohm 1/4watt
R3 = 1oo ohm 1/4watt
D1 = IN4001
P1 = potensio lineir
C1 = 0,01mf
Tr1 = UJT2646
Tr2 = BC548
Ls = tweeter
Sumber http://elektronikadasar.com/

Baca Qur'an Elektronik Harus Bersuci

Ulama al-Azhar Mesir menyetujui Fatwa yang dikeluarkan salah seorang Ulama Saudi, Muhamamd bin Salih, yang memfatwakan keharusan bersuci sebelum menyentuh, apalagi membaca al-Quran elektronik yang ada di ponsel. Ulama berpendapat menyentuh al-Quran elektronik sama saja dengan menyentuh al-Quran berupa mushaf yang dicetak.

Pendapat Ulama al-Azhar kerap diyakini kebenarannya, karena selalu dijadikan sandaran dalam melaksanakan ajaran Islam di seluruh dunia. Terlebih lagi dalam hal memperlakukan kitab suci.
Para ulama menyandarkan pendapatnya kepada ayat yang berbunyi janganlah menyentuhnya (al-Quran) kecuali dalam keadaan suci (al-Waqiah: 79). Ayat ini kemudian dijadikan landasan untuk menyentuh al-Quran baik yang tercetak ataupun yang berbentuk elektronik seperti yang ada di ponsel.

Ketua Umum Lajnah Buhuts al-Islamiyah al-Azhar Mesir, Syaikh Ali Abdul Baqi, menyatakan al-Quran harus tetap terjaga baik dalam kondisi tercetak maupun di elektronik. “Tidak hanya itu, terjemahannya pun harus dijaga dalam huruf latin,” imbuhnya, Ahad (16/10).

Dia mengatakan dikeluarkannya fatwa terkait memegang mushaf elektronik ini dilatarbelakangi kemajuan zaman yang tak terbendung. Pola penjagaan terhadap mushaf al-Quran pun tidak boleh luput dari perhatian.   

Ketua Majlis Ulama Mesir, Syaikh Ahmad Qandil, menyetujui fatwa tersebut. menurutnya, tidak diperbolehkan untuk memegang mushaf apapun bentuknya, kecuali dalam keadaan suci. “Mushaf cetak maupun elektronik seperti yang ada di ponsel harus dipegang dalam keadaan suci,” paparnya.
Redaktur: Stevy Maradona
Reporter: Erdy Nasrul

STMIK AMIKOM (REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA)
Category:

Menanggulangi Limbah Elektronik

 
Penjualan barang elektronik yang terus melonjak hingga satu dekade mendatang diperkirakan akan terjadi di negara-negara berkembang dalam 10 tahun ke depan. Meningkatnya penjualan, tentu saja berdampak pada penumpukan sampah elektronik yang membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia.

United Nations Environmental Program (UNEP) mengingatkan agar negara-negara berkembang mengantisipasi ancaman bahaya sampah elektronik. Negara-negara berkembang akan menjadi tempat pembuangan sampah yang dilakukan negara-negara maju.

"Saat ini dunia sedang menghadapi gelombang dahsyat serbuan sampah elektronik, khususnya di negara-negara berkembang," ujar Achim Steiner, UNEP Executive Director seperti dilansir Cellular-News.

Steiner mengungkapkan, sampah elektronik per tahun mencapai 36 juta metrik ton. Jumlah sampah elektronik yang berasal dari komputer bekas juga diketahui akan melonjak empat kali lipat di tahun 2020.

UNEP juga mengungkapkan bahwa China memberikan kontribusi sebesar 2,6 juta metrik ton sampah elektronik ke seluruh penjuru dunia. sedangkan Amerika Serikat berada di urutan kedua dengan 3 juta metrik ton sampah elektronik.
Selain itu, diketahui sejumlah negara di Amerika dan Eropa mengirimkan sampah berupa komputer-komputer bekas ke negara-negara di Afrika. Tak hanya itu, laporan tersebut juga menyebutkan sampah elektronik yang dalam beberapa tahun ini melonjak drastis disumbang oleh peralatan komunikasi seperti ponsel.

Sementara itu, UNEP menyatakan sampah-sampah elektronik berbahaya seperti kulkas yang mengandung gas chlorofluorocarbons dan hydrochlorofluorocarbon akan meningkat tiga kali lipat di India.

Sebelumnya, untuk pertama kali dalam sejarah olimpiade, medali yang akan diberikan untuk para pemenang terbuat dari logam yang terdapat dari komponen elektronik bekas.

Dilansir melalui Cellular News, perusahaan asal Kanada yang menjadi penyuplai metal untuk medali olimpiade musim dingin, Teck mengungkapkan bahan emas, perak dan tembaga yang digunakan untuk medali, dikumpulkan dari logam-logam yang terdapat dari barang elektronik bekas (eWaste).

Penggunaan eWaste ini dianggap cukup membantu, apalagi di tengah langkanya komponen logam lain seperti emas dan tembaga. Bahkan penggunaan logam saat ini dianggap terlalu beresiko, mengingat senyawa tersebut tidak dapat diperbaharukan.

Masih melalui sumber yang sama dikatakan, jumlah eWaste di Eropa meningkat tiga hingga lima persen setiap tahunnya, atau hampir mencapai tiga kali dari alur pengumpulan total sampah di Eropa. Oleh karena itu, badan penanggulangan sampah dan perangkat elektronik di Eropa (WEEE) akhirnya menggunakan kebijakan untuk tidak menyatukan sampah elektronik dengan sampah jenis lainnya.

Meski dikumpulkan, sampah tersebut tidak didaur ulang melainkan di ekspor ke beberapa negara berkembang untuk dijadikan barang 'second' yang masih bisa digunakan. Secara tidak langsung, negara berkembang yang menerima ekspor eWaste tersebut akan menjadi tempat pembuangan akhir eWaste dari Eropa.

Selain itu, terkadang beberapa pihak juga melakukan ekspor eWaste secara ilegal ke negara-negara seperti Ghana, Nigeria dan China. Sayangnya, negara-negara tersebut tidak memiliki kemampuan untuk mendaur ulang eWaste tersebut secara aman dan bertanggung jawab. Apalagi, banyak dari perangkat elektronik ini yang mengandung komponen beracun, yang dapat membahayakan kehidupan lingkungan dan manusia.

Sayangnya, Teck tidak membuat materi eWaste dalam medali ini mendominasi kumpulan komponen. Teck hanya menggunakan logam dari eWaste ini dalam jumlah sekian persen. Namun begitu, Teck mengupayakan agar medali tersebut pun dapat di daur ulang di kemudian hari.

Ke depan, WEEE berupaya untuk menawarkan medali dengan bahan eWaste ini ke pertandingan-pertandingan lainnya. Penggunaan medali eWaste dalam olimpiade musim dingin ini dianggap sebagai yang pertama dan cukup menginspirasi.

Mother Jones melaporkan bahwa 3 jenis medali  Olimpiade Musim Dingin 2010 di Vancouver, Kanada terbuat dari hasil pengolahan limbah elektronik atau disebut dengan E-Waste. Komite Olimpiade Vancouver (VANOC) menjelaskan bahwa medali-medali tersebut akan diberikan kepada para pemenang dari cabang-cabang olahraga yang diperlombakan seperti Ski Jumping, Ice Skating, Bobsled (papan peluncur) dan lain-lain.
E-Waste (limbah elektronik) mencakup seluruh barang elektronik mulai dari televisi sampai iPod. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal Sciene tahun lalu menemukan bahwa e-waste  telah menjadi komponen  limbah padat yang  paling cepat pertumbuhannya di Amerika Serikat . Lebih dari 1,36 juta metrik ton limbah elektronik yang dibuang  di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Limbah elekronik yang dibuang kebanyakan adalah ponsel, mp3 player dan barang elektronik lainnya.
VANOC memutuskan untuk menggunakan logam daur ulang dari e-waste dalam pembuatan medali olimpiade. Hal ini diharapkan dapat membantu permainan atlet dalam memenuhi salah satu dari tiga pilar Olimpiade yaitu keberlanjutan.
Menurut laporan Mother Jones dikatakan  Teck Resources, perusahaan yang akan melakukan ekstraksi E-Waste berencana untuk memproses 15.000 ton limbah elektronik pada tahun ini.
VANOC juga berencana untuk mengandalkan sumber-sumber energi bersih dan telah membangun struktur Olimpiade sesuai dengan standar bangunan hijau.

Sumber : www.suaramedia.com

Bagus Mana LCD , PLASMA atau LED TV

Dengan makin majunya teknologi, makin beragam pula produk Televisi yang di tawarkan oleh produsen televisi. Artikel ini saya posting dilatar belakangi adanya pertanyaan dari beberapa pelanggan saya yang menanyakan tv mana yang paling bagus…? Dan kebanyakan mereka bingung membedakan antara PLASMA TV, LCD TV dan LED TV selalu saja pertanyaannya mana yang lebih bagus ? Untuk lebih jelasnya tentang keunggulan dan kelemahan masing-masing,silahkan anda baca di postingan saya yang saya peroleh dari berbagai sumber di internet.
 
Era TV Tabung yang sudah berpuluh tahun menjadi perangkat elektronik keluarga favorit untuk menghadirkan tayangan hiburan segera berakhir dalam beberapa waktu ke depan. Standar baru siaran digital yang saat ini sudah memasuki tahapan uji-coba di ibukota dan akan menyusul kota-kota lain dalam waktu dekat nampaknya memicu percepatan pergeseran untuk menggunakan perangkat TV Digital seperti Plasma TV, LCD TV, dan teknologi terbaru LED TV.

Selain itu, berbagai keunggulan yang ditawarkan juga melambungkan popularitas TV layar datar dari ketiga jenis teknologi tersebut, antara lain: ukuran yang tipis, ringan, dan dapat digantungkan di tembok. Ukuran layar yang besar juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar tanyangan televisi. Tidak ketinggalan pula fitur hemat energi yang ditawarkan, yang memungkinkan penghematan konsumsi listrik.

Membeli Televisi Digital, nampaknya bagi sebagian orang cukup menyulitkan, karena munculnya berbagai terminologi baru yang membingungkan, dimana seringkali teknologi yang sama mendapat label yang berbeda di antara produsen yang berbeda. Salah satu yang paling membingungkan adalah perbedaan antara Plasma TV, LCD TV, dan LED TV. Tidak terhitung kali penggunaan sebutan “Plasma TV” diarahkan untuk sebuah LCD TV, mengingat Plasma merupakan salah satu teknologi pertama untuk layar datar dengan ukuran yang besar (>42”). 
Apa sebenarnya perbedaan antara ketiga jenis TV layar datar tersebut? Manakah diantara ketiga jenis TV tersebut yang layak untuk dibeli? Berikut adalah deskripsi dan perbedaan Plasma, LCD TV, dan LED TV.

Plasma TV

Plasma Display Panel (PDP) atau di Indonesia banyak dikenal sebagai Plasma TV merupakan salah satu jenis teknologi TV layar datar yang memungkinkan produsen untuk memproduksi TV Layar Datar ukuran besar secara massal dengan harga yang ekonomis. 
Istilah dan konsep teknologi Plasma TV sendiri diperkenalkan pada tahun 1936 oleh seorang ahli Fisika, Elektronika, dan penemu dari Hungaria. Pada perkembangannya IBM, Fujitsu, dan Panasonic memperkenalkan beberapa jenis televisi yang memanfaatkan teknologi Plasma pada hasil riset mereka. Baru pada tahun 1997, Fujitsu diikuti Philips dan Pioneer, merilis TV layar datar ukuran 42 inci dengan teknologi Plasma secara komersial.
Istilah PDP sendiri berasal dari penggunaan sel Plasma, yang merupakan lampu Fluorescent, sebagai dasar pencahayaan layar televisi tersebut. Sebuah Plasma TV memanfaatkan jutaan sel Plasma yang diletakkan diantara dua panel layar kaca. Setiap sel yang berisi kombinasi antara gas noble dan sejumlah kecil mercury yang akan diuapkan dan diberi aliran listrik sehingga berpendar dan membentuk plasma. Warna dihasilkan dari fosfor yang terdapat di dalam sel tersebut, di mana di dalam setiap sel akan berisi fosfor 3 jenis warna utama, yaitu: Red, Green, dan Blue, atau biasa dikenal dengan RGB. Perbedaan voltage yang diberikan pada tiap sel juga menghasilkan kombinasi warna yang ada.

Keunggulan Plasma TV
  • Menghasilkan warna hitam yang lebih baik dari LCD TV
  • Contrast rasio yang tinggi (1:2.000.000)
  • Sudut pandang lebih lebih lebar
  • Refresh Rate dan Response Time yang cepat, meminimalisir tampilan gambar kabur
Kelemahan Plasma TV
  • Gambar diam yang ditampilkan dalam waktu yang lama akan menimbulkan burn-in dan gambar berbayang
  • Kualitas gambar akan terus menurun seiring dengan lamanya penggunaan, meskipun dalam jangka waktu yang relatif lama
  • Lebih berat dari LCD
  • Menggunakan daya listrik yang lebih besar dibandingkan dengan LCD TV
  • Ukuran umumnya tidak tersedia di bawah 42 inci.

LCD TV

LCD TV yang di pasaran tampil lebih dulu dari Plasma mengalami penurunan popularitas sejak kemunculan Plasma TV mengingat berbagai kelebihan yang ditawarkan dibandingkan LCD generasi awal. Dengan harga yang jauh lebih mahal untuk ukuran yang lebih kecil, membuat penjualan Plasma meningkat.
Namun demikian, pada perkembangan selanjutnya, LCD TV dengan harga ekonomis dengan berbagai kemajuan teknis, membuat konsumen kembali beralih ke LCD TV. Seiring dengan kemunculan HDTV dan Full HD TV di jajaran produk LCD TV, diikuti dengan ukuran yang besar, harga LCD TV pun juga semakin masuk akal di kantong konsumennya.
Pada dasarnya LCD TV bekerja dengan memproduksi gambar hitam dan berwarna dengan melakukan seleksi cahaya yang dipancarkan oleh serangkaian lampu teknologi CCFLs (Cold Cathode Fluorescent Lamps) di belakang layar. Jutaan lampu tersebut akan dinyalakan dan dimatikan melalui LCD shutter dengan melewatkan cahaya putih dengan  intensitas tertentu. Setiap shutter akan digabungkan dengan filter warna yang akan melewatkan warna Red, Green, dan Blue (RGB). Shutter dan Filter yang masing-masing merupakan sub-pixel ini berukuran sangat kecil, dan secara kasat mata membentuk gabungan yang disebut dengan pixel [3].

Keunggulan LCD TV
  • Menghasilkan warna yang lebih realistis
  • Teknologi anti glare (tanpa bayangan)
  • Tersedia mulai ukuran kecil hingga besar
  • Tidak ada radiasi yang dipancarkan
  • Dapat digunakan sebagai monitor komputer
  • Kebutuhan sumber daya listrik yang lebih rendah dibanding Plasma

Kelemahan LCD TV
  • Kualitas gambar akan menurun apabila dilihat pada sudut pandang yang lebar
  • Untuk ukuran yang besar, harganya lebih mahal apabila dibandingkan dengan Plasma TV
  • Refresh Rate dan Response Time yang jauh lebih rendah dibandingkan Plasma, sehingga kadang menghasilkan gambar yang kabur

LED TV

Beberapa tahun terakhir, pasar televisi digital diramaikan dengan hadirnya sebuah teknologi televisi layar datar yang oleh beberapa vendor elekronik terkemuka disebut dengan LED TV. Vendor yang paling agresif dalam menggelontorkan TV dengan teknologi baru ini antara lain: Samsung Electronics, LG Electronics, Toshiba, dan berbagai vendor terkemuka lainnya.
Pada dasarnya sebenarnya LED TV merupakan pengembangan dari  LCD TV dimana jenis ini menggunakan LED Backlight sebagai pengganti cahaya fluorescent yang digunakan pada jenis LCD TV sebelumnya. Ada dua macam bentuk LED TV yang beredar di pasaran: RGB LED dengan LED yang diletakkan di belakang panel layar, atau EDGE-LED dimana LED diletakkan di sekeliling layar [5].

Kelebihan LED TV
  • Tingkat contrast yang jauh lebih tinggi dibandingkan LCD TV, setara atau bahkan lebih tinggi daripada Plasma TV
  • Memungkinkan produsen untuk memproduksi televisi layar datar dengan ukuran super tipis, dengan ketebalan sekitar 2.5 cm
  • Lebih ramah lingkungan
  • Konsumsi listrik yang lebih rendah sekitar 20-30% dibandingkan LCD TV konvensional
  • Berbagai produk LED TV dari vendor terkenal menawarkan fitur pemrosesan gambar digital, fitur Digital TV Tuner, dan berbagai fitur terbaru lainnya.
Kelemahan LED TV
  • Harga yang sedikit lebih mahal, bila di bandingkan dengan LCD TV ataupun PLASMA TV.
Kesimpulan

Secara umum LED TV menawarkan kualitas gambar yang lebih baik apabila dibandingkan dengan LCD TV, khususnya untuk contrast gambar serta kesempurnaan warna hitam, , meskipun bagi sebagian besar orang perbedaan itu tidak terlalu nampak. Hal ini disebabkan karena kualitas LCD TV yang sudah cukup memadai. Apabila dibandingkan dengan plasma, kualitas yang ditawarkan juga setingkat atau bahkan lebih, mengingat LED TV terbaru menawarkan berbagai fitur tambahan untuk mengolah gambar.
Perbedaan harga yang cukup mencolok dengan LCD TV, tidak menyurutkan sebagian orang untuk membeli LED TV, mengingat penampilan LED TV yang lebih tipis dan dengan desain terbaru. Bagi sebagian orang lain yang menempatkan harga di atas berbagai kriteria pembelian TV, nampaknya LCD TV masih menjadi pilihan utama. Plasma sendiri, nampaknya sudah tidak terlalu menarik minat, dan mulai ditinggalkan sejak tahun 2007, mengingat perbedaan harga yg sudah semakin tipis antara LCD TV dan Plasma TV. Desain yang juga terlihat usang juga semakin menyurutkan minat orang yang akan membeli Plasma TV. Panasonic sebagai salah satu produsen yang selama bertahun-tahun kukuh dengan memproduksi Plasma TV untuk ukuran 42 inci ke atas, akhir-akhir ini sudah mulai mengalihkan jajaran TV terbarunya dengan teknologi LCD TV dan LED TV.
Akhirnya, semuanya terpulang kembali kepada calon pembeli. Apabila anggaran yang tersedia mencukupi, pemilihan LED TV nampaknya cukup tepat, mengingat LED TV sudah dipersiapkan untuk teknologi TV digital yang benar-benar akan menggantikan TV analog pada tahun 2018. Namun apabila anggaran terbatas, LCD TV merupakan pilihan yang paling pas, mengingat fitur yang disediakan sudah cukup memadai, lebih ringan, serta lebih hemat energi apabila dibandingkan dengan Plasma TV.